Enam (6) bulan lebih pemerintahan era Jokowi - JK sudah berjalan. Strategi dan kerja konon katanya sudah dilaksanakan semaksimal mungkin. Bahkan gerakan2 perubahan untuk Indonesia lebih baik sudah mulai di implementasikan oleh para menteri yang mendapat kepercayaan membantu presiden dalam mengemban amanah rakyat. Meskipun issue reshuffle kabinet menjadi trending topic akhir - akhir ini mereka para menteri mengkalim sudah berupaya bekerja semaksimal mungkin sampai detik ini. Namun sayangya hasil survey menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat masih rendah. Sukses atau tidaknya tergantung penilaian kita masing - masing. Walaupun masih banyak yang mengklaim di umur 6 bulan belum berhak untuk melakukan penilaian namun itu sah - sah saja selama tidak melanggar nilai - nilai demokrasi.
Perjalan pemerintahan ini tentunya banyak kritik dan saran dan tidak lupa juga apreseasi dari berbagai pihak dengan berbagai kepentingan. Terlepas dari itu semua penulis pada kesempatan ini sedikit ingin membahas terkait berbagai kritikan di akhir - akhir ini yang turut mewarnai perjalanan pemerintahan era Jokowi JK. Tepatnya momentum Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei Tahun 2015 adalah salah satu puncak dari berbagai kalangan ramai-ramai mengkritik pemerintah. Baik dari tokoh - tokoh politik, akademisi, LSM dan tidak kalah pentingnya mahasiswa dengan berbagai aksi diseluruh Indonesia. Semua ini masih wajar dalam negara Demokrasi selama kebebasan ini dapat dipertanggungjawabkan dan tetap dengan nilai - nilai luhur bangsa Indonesia.
Ada benang merah yang dapat kita ambil dari berbagai pristiwa yang telah terjadi tersebut. Karena pada hakikatnya kritik dan saran dari rakyat adalah menunjukkan bahwa budaya politik bangsa ini semakin membaik. Artinya masyarakat mulai menyadari bahwa pengawasan dari masyarakat selaku pemegang kedaulatan tertinggi di Republik ini sangat penting untuk dilakukan guna berkontribusi dalam memberikan ide dan gagasan cemerlang dalam rangka membangun NKRI.
Ketika hampir semua elemen mengkritik pemerintah, ada pertanyaan besar di benak kita semua. Apakah kritikan ini murni se-objektif mungkin dilakukan atau atas dasar kepentingan tertentu. Terlepas dari itu semua dapat kita pahami bahwa ketika semua pihak gencar melaksanakan kritikan menunjukkan salah satu bukti ketidaknyamanan masyarakat terhadap keadaan yang ada. Ketidaknyamanan ini dapat diartikan sebagai implikasi dari berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah baik bidang ekonomi, sosial, penegakan hukum dan lain sebagainya. Kondisi ini tidak bisa dipandang hal yang kecil, namun sebaliknya pemerintah sudah semestinya untuk mencari solusi dan terus mengevaluasi berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Bukan hal yang mustahil jika hal kecil ini menimbulkan gejolak yang mungkin lebih besar.
Sebagai warga negara yang baik yang sadar akan pentingnya membangun negeri, sudah sepantasnya kita menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Artinya ketika secara objektif pemerintah ini salah maka lakukan kritik dan saran yang bersifat membangun, dan sebaliknya jika pemerintahan ini berjalan baik maka apreseasi perlu untuk disampaikan. (M. Yusuf)