efek daun

Wednesday, October 22, 2014

OPINI 1

PRESIDEN BARU HARUS MAMPU HARUS MERUBAH PARADIGMA PEMBANGUNAN INDONESIA
Dua puluh (20) Oktober adalah hari yang sangat bersejarah bagi tahapan demokrasi di Indonesia. Betapa tidaknya pada hari itu Indonesia secara resmi melaksanakan suksesi kepemimpinan yang merupakan hasil dari proses demokrasi yang selama ini sempat menjadi ketegangan suhu politik antar elit politik. Pada hari itu membuktikan bahwa kekhawatiran yang selama ini menjadi perbincangan hangat dengan naturalnya dapat dibantahkan dengan hadirnya beberapa petinggi partai politik Koalisi Merah Putih termasuk salah satunya Prabowo Subianto. Hari itu menjadi sejarah penting bagi bangsa Indonesia, karena kehadiran mereka mampu meredamkan mental bangsa yang pada akhir-akhir ini sempat memanas pasca pemilu.
Indonesia Hebat, semangat perubahan dan Revolusi Mental adalah visi yang selalu menjadi selogan  dalam setiap kampanye Presiden Republik Indonesia terpilih yaitu Ir. H. Jokowidodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi. Sosok yang dipandang merakyat ini menjadi pilihan rakyat untuk diamanahkan memimpin Indonesia lima tahun kedepan bersama wakilnya H. M. Jusuf  Kalla. Masyarakat Indonesia menaruh harapan besar kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk mewujudkan cita-cita yang di impikan.  Indonesia hebat seperti apa yang akan di wujudkan Jokowi dalam era kepemimpinannya? Tentu ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Jokowi harus mampu mewujudkan apa yang diharapkan masyarakat. Kemudian semangat perubahan yang bagaimana yang akan Jokowi-Jk berikan untuk perubahan bangsa Indonesia? Apakah semangat perubahan dalam hal-hal tertentu saja karena alasan terhambat oleh sistem atau semangat perubahan yang sesuai dengan cita-cita reformasi yaitu perubahan dalam segala bidang.
 Berbicara menganai perubahan adalah hal yang menarik untuk dilihat lebih dalam lagi. Karena sejak reformasi terjadi di Republik ini, segala perubahan memang benar telah terjadi dalam berbagai aspek kehidupan namun hal ini belum sepenuhnya terwujud secara total. Salah satunya adalah pemerataan pembangunan infrastruktur diseluruh Indonesia, khususnya daerah perbatasan yang langsung dengan negara lain. Pembangunan yang dimaksud selain dalam hal sumber daya manusia juga pembangunan dalam hal infrastruktur. Paradigma pembangunan selama ini yang terjadi di Indonesia, faktanya masih terfokus pada daerah tertentu seperti pusat Ibu kota, baik itu ibu Kota Provinsi maupun Ibu Kota kabupaten/Kota dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas guna mengefektifkan pelayanan pemerintahan. Akibatnya kesenjangan pembangunan itu telah terjadi, sedangkan kucuran APBN/APBD adalah hak semua rakyat untuk yang semestinya dapat menikmatinya. Dengan terus membangun pusat Kota tertentu, tanpa disadari Indonesia telah mengabaikan salah satu keamanan objek vital NKRI yaitu daerah pinggiran atau daerah perbatasan. Sejarah pahit telah memberikan pengalaman bahwa Indonesia lalai dalam pembangunan daerah perbatasan, yang akibatnya terlepaslah beberapa pulau yang merupakan bagian dari keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia seperti Pulau Sipadan Ligitan, Timor-timor bahkan kemungkinan-kemingkunan pahit itu terus berpeluang untuk terjadi. Tidak bias dipungkiri bahwa, lepasnya pulau-pulau tersebut  karena paradigma pembangunan Indonesia belum merata alias daerah perbatasan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ada beberapa alsan mengapa pemerintah kedepan harus merubah paradigma pembangunan dari pembangunan yang terfokus pada objek tertentu menjadi pembangunan yang merata dan focus pada daerah perbatasan.
Pertama, pembangunan daerah perbatasan merupakan hal penting guna menumbuhkan semangat cinta tanah air yang berimbas pada keutuhan NKRI. Tertinggalnya pembangunan dan informasi di daerah perbatasan secara perlahan mampu merubah kepercayaan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi  terhadap pemerintah. Sehingga secara sendirinya masyarakat yang secara sosial budayanya cenderung memiliki kesamaan prinsip dan kemauan merasa mereka tidak pernah mendapatkan hak-hak mereka sebagai warganegara yang merupakan haknya sebagaimana yang di jamin dalam Pasl 28 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tekanan psiokologis ini sebenarnya menjadi ancaman serius bagi kutuhan NKRI karena memberi peluang meunculnya keinginan kelompok masyarakat untuk memberontak bahkan melakukan tindakan anarkis. Oleh sebab itu, pemerintah Jokowi-Jk harus mampu mengawali untuk mengutamakan pembangunan daerah perbatasan guna mengantisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Kedua, pentingnya memprioritaskan pembangunan daerah perbatasan ini adalah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ketahanan nasional, daerah perbatasan harus menjadi prioritas utama dalam segi keamanan. Karena dapat dibayangkan betapa gagahnya Indonesia apabila semua daerah perbatasan lengkap dengan militer, yang selalu siap siaga untuk menjaga keutuhan NKRI, dan bahkan dapat dipastikan tidak akan ada Negara tetangga yang berani mengusik sedikitpun kedaulatan NKRI. Cukuplah kejadian masa lalu yang telah memberi pelajaran betapa nyamannya negara lain mengklaim pulau-pulau di Republik ini yang akhirnya terlepas begitu saja, karena lemahnya ketahanan nasional di daerah perbatasan. Permasalahan konflik perbatasan tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di negara lain sudah memberi pelajaran betapa pentingnya untuk menjaga daerah perbatasan yang rawan konflik.

Ketiga, pembangunan daerah perbatasan adalah hal yang mutlak di prioritaskan dalam pemerintah kedepannya. Karena Indonesia sebagai negara berkembang yang kaya akan sumber daya alam bukan tidak mungkin selalu menjadi target kepentingan negara asing untuk memilikinya. Perlu disadari Indonesia adalah negara kepulauan yang wilayahnya cukup besar yang butuh perhatian di setiap saatnya. Dikelilingi perairan menjadikan Indonesia sebagai salah satu lalu lintas perdagangan lintas negara. Meskipun dalam satu sisi memberi keuntungan dalam segi perekonomian, namun tidak jarang akses tersebut dijadikan pintu masuk berbagai penyeludupan barang-barang dari luar negeri bahkan barang-barang haram seperti narkoba. Ini adalah ancaman serius terhadap perkembangan generasi muda. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur maupaun sumber daya manusia di daerah perbatasan harus segera digesa. Tujuannya agar masyarakat di daerah perbatasan mampu memiliki kesamaan ideologi yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Dari berbagai alasan diatas, tentunya  menjadikan sebuah keharusan bagi pemeritah baru yang di pimpin Jokowi-JK untuk berani merubah paradigma pembangunan di Indonesia, dari yang sekarang terfokus pada daerah tertentu, menjadi pembangunan yang merata sampai pada daerah perbatasan. Meskipun dapat kita akui salah satu program MP3EI yang di era Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah memulai untuk mengarah pada pemerataan pembangunan, namun hal ini belum maksimal terimplementasi. Intinya pemerintah baru harus mau untuk melanjutkan dan menginovasi guna  menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Follow : @yusuf_ur
Email   : yusufcivics10@gmail.com
Comments
0 Comments

No comments :

Post a Comment

Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3GMxJQ2Bm